Traveleatpedia.com. InJourney Group berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (KEMENEKRAF) dalam upaya memajukan sektor industri kreatif di In
Traveleatpedia.com. InJourney Group berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (KEMENEKRAF) dalam upaya memajukan sektor industri kreatif di Indonesia, terlebih lagi InJourney memiliki semangat yang sama dengan KEMENEKRAF yang senantiasa berfokus pada pemberdayaan UMKM lokal dan peningkatan kualitas produk lokal Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mendorong agar para pelaku UMKM lokal dapat bersaing di pasar global.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan bahwa KEMENEKRAF memiliki serentetan program dalam hal memajukan ekonomi kreatif Indonesia yang dilakukan dengan berkolaborasi, salah satunya bersama InJourney. “Terdapat 2 KPI fundamental yang dilakukan, yakni untuk menciptakan economic value added yang berarti dalam mendorong ekonomi kreatif di Indonesia harus bisa menciptakan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional Indonesia. Yang kedua, adalah penyerapan tenaga kerja, yang mana ekonomi kreatif harus bisa dimulai dari seluruh daerah di Indonesia, khususnya destinasi-destinasi wisata,” tutur Irene.
Baca juga: The Ascott Limited Area Yogyakarta Wujudkan Kebersamaan di Bulan Ramadan
Lebih lanjut, Komisaris Utama InJourney, Triawan Munaf, menjelaskan bahwa kolaborasi InJourney dan KEMENKRAF ini merupakan hal yang patut kita dukung di tengah kondisi finansial yang kurang menentu. “Dengan kolaborasi mendorong kita untuk membangun dan menumbuhkan potensi ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di berbagai destinasi pariwisata karena hal ini yang menjadi daya tarik suatu destinasi,” terang Triawan.
Sejalan dengan hal ini, kolaborasi InJourney dengan KEMENEKRAF telah dilakukan sejak Desember 2024 lalu dan menjadi hal strategis dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Beberapa program kolaborasi yang dijalankan diantaranya ialah impelentasi games corner yang bekerjasama dengan komunitas game developer di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, implementasi lebih dari 5 kegiatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan membangun reading corner dan merchandising store yang diisi dengan hasil karya IP-IP lokal, serta implementasi kolaborasi aktivasi Jumbo di Candi Prambanan di masa libur lebaran 1-5 April 2025.
Baca juga: Promo Iftar Ramadan Fusion Asian Cuisine di Hotel Santika Premiere Jogja
Maya Watono mengungkapkan bahwa penguatan pertumbuhan ekonomi kreatif sejalan dengan peranan InJourney sebagai BUMN yang berfokus pada agent of development untuk mendorong UMKM, produk lokal, IP lokal, serta komunitas-komunitas seni kreatif. “Di Candi Borobudur terdapat hampir 2.000 UMKM yang kami gandeng, sedangkan di Candi Prambanan terdapat 600 UMKM. Selain itu, di Candi Prambanan kami juga memberdayakan 1.400 seniman lokal yang mana hal ini menjadi komitmen kami untuk menumbuhkan ekonomi lokal di seluruh aset kita berkarya,” ujar Maya.
Kolaborasi juga dilakukan di Candi Prambanan dengan menghadirkan program Lebaran di Candi Kembali Fitri Sepenuh Hati dimeriahkan oleh aktivitas-aktivitas bermakna yang diadakan di Taman Wisata Candi (TWC). Di TWC Prambanan dihadirkan Pasar Medang yang berkolaborasi dengan Jumbo, sebuah karakter animasi di film petualangan produksi Indonesia. Kehadiran karakter Jumbo di Kampung Bocah Pasar Medang ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif, InJourney dengan Visinema.
Baca juga: Aston Bogor Hadirkan Ramadhan Harmony Bernuansa Ice Blue Dengan Turkish Ice Cream Ikonik
Berbagai aktivitas turut meramaikan Kampung Bocah Pasar Medang, di antaranya adalah Bhuvana Java dengan pengalaman unik membaca weton dan dresscode busana jawa yang bisa dikenakan untuk berfoto atau merasakan pengalaman wisata yang berbeda. Di sini juga dihadirkan pengalaman untuk belajar singkat aksara Jawa dengan bahan daur ulang serta area permainan tradisional. Di loka satwa, pengunjung juga bisa memberikan makanan kepada hewan peliharaan yang menggemaskan. Sementara Sasana Karya, atraksi pertunjukan musik dan parade tari dari penari Ramayana Prambanan Ballet.
Destinasi Keraton Ratu Boko diramaikan oleh berbagai permainan tradisional yang bisa dicoba pengunjung, mulai dari enggrang, gangsing dan lainnya. Selain itu, pengunjung dihibur oleh iringan musik Srandul dan Gejog Lesung yang dimainkan oleh seniman lokal setempat.
Selama Masa Ramai Lebaran 2025, destinasi TWC Borobudur menampilkan Panggung Rakyat Borobudur yang dimeriahkan dengan kampung dolanan dan pertunjukan seni tradisional lokal, seperti tari Soreng, Dayakan, dan jathilan. Pengunjung juga bisa melakukan aktivitas membuat kesenian UMKM sekitar seperti membuat kerajinan gerabah dan menganyam di Kampung Seni Borobudur.
Baca juga: BCA Promo Cashback hingga Cicilan BCA 0% di BCA Singapore Airlines Travel Fair 2025
Sementara The Manohara Hotel Yogyakarta menghadirkan dua penawaran spesial, Hampers Eid Mubarak “Rantangan Tradisi Manohara” dan Paket Halal Bihalal. Kedua paket ini dirancang untuk memberikan pengalaman kuliner yang istimewa dengan cita rasa khas, suasana elegan, serta kenyamanan layanan premium.
Direktur Utama PT TWC Febrina Intan mengatakan kolaborasi berbagai pihak merupakan kunci menumbuhkan ekosistem yang sehat untuk pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal. Aktivitas Lebaran di Candi melibatkan 2500 UMKM lokal, 1500 seniman lokal dan 900 tenaga kerja lokal sekitar destinasi.
“Upaya kolaboratif ini merupakan langkah keberlanjutan yang kami terapkan, di mana kami tidak hanya menjaga warisan budaya dan pariwisata semata, tetapi juga membangun ekosistem yang kuat di sekitarnya. Sinergi antara perusahaan, lingkungan dan komunitas lokal di sekitar harus terus dipelihara agar bisa tumbuh bersama memberi arti satu sama lain dan berdampak luas bagi generasi mendatang,” jelas Dirut PT TWC Febrina Intan.
Baca juga: bank bjb Jalin Kerja Sama Strategis dengan Universitas Negeri Sebelas Maret
Kehadiran UMKM dan keterlibatan komunitas juga seniman dalam pariwisata sangat dirasakan manfaatnya, tidak hanya sebagai daya tarik wisata, namun juga berpengaruh langsung pada penyerapan tenaga kerja yang mendukung pertumbuhan ekonomi Lokal. Hal ini diharapkan bisa memperkuat rantai pariwisata serta meningkatkan kearifan lokal atau keramahtamahan bangsa Indonesia.